Rumah Promosi di Magetan

Rumah Promosi dan Kemasan Belum Maksimal !!! Warga Tunggu Manfaat Nyata​

Magetan, Data-Fakta.id, 16 Oktober 2025.  Di tengah semangat membangun ekonomi lokal, Pemerintah Kabupaten Magetan telah menggelontorkan berbagai upaya untuk mendukung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM). Dua inisiatif utama yang menjadi sorotan adalah pembangunan Rumah Kemasan dan Rumah Promosi. Namun, hingga kini, banyak pelaku usaha merasa manfaat dari fasilitas ini belum optimal, meski rencana strategis terus bergulir.

Rumah Promosi

Rumah Promosi, yang disiapkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan, bertujuan untuk memamerkan dan menjajakan produk-produk khas IKM seperti makanan olahan dan kerajinan kulit. Berlokasi strategis di Jalan Diponegoro, Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan, fasilitas ini berdekatan dengan sentra industri kulit di Jalan Sawo. Pembangunan Rumah Promosi dilakukan pada tahun anggaran 2021 dengan pagu anggaran Rp 3 miliar, yang setelah proses lelang menjadi Rp 2.074.350.000. Sumber dana berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Magetan. Saat ini, pemilik produk IKM bisa menempatinya secara gratis sambil menunggu hasil appraisal, dan rencananya akan dikelola oleh pihak ketiga untuk pengelolaan yang lebih profesional.

Pembangunan ini bagian dari upaya lebih luas pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing UMKM. Pada 2023, delegasi IKM Magetan bahkan melakukan studi banding ke Gerai Decomekers di Yogyakarta untuk menimba ilmu optimalisasi. Kunjungan itu melibatkan sembilan pelaku usaha dan pejabat Disperindag, dengan fokus pada strategi pemasaran dan promosi produk lokal. Hasilnya, diharapkan bisa diterapkan untuk membuat Rumah Promosi lebih hidup dan mendukung ekspor produk Magetan ke tingkat nasional maupun internasional.

Infografis

Rumah Kemasan

Sementara itu, Rumah Kemasan menjadi solusi lain untuk mengatasi tantangan kemasan bagi UMKM. Fasilitas ini dibangun pada tahun 2020 dengan total anggaran Rp 2,3 miliar, juga bersumber dari APBD Pemkab Magetan. Saat ini, bangunan Rumah Kemasan digunakan sebagai kantor sementara oleh Disperindag Magetan untuk efisiensi anggaran, meski awalnya ditujukan untuk layanan kemasan bagi UMKM. Inisiatif serupa telah didorong oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman. Pada Januari 2025, beliau menekankan pentingnya rumah kemasan untuk mengurangi biaya produksi dan distribusi, sehingga UMKM bisa lebih kompetitif. Di Temanggung, misalnya, fasilitas ini telah membantu pelaku usaha menghemat waktu dan biaya kemasan. Pemerintah daerah Magetan diharapkan mengalokasikan anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk merealisasikan hal serupa, mengingat dana pusat terbatas.

Data dari Rencana Strategis (Renstra) Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Magetan 2024-2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam pembangunan ini. Dokumen tersebut menjadi acuan untuk arah kebijakan, termasuk peningkatan kapasitas UMKM melalui fasilitas seperti rumah promosi dan kemasan. Selain itu, Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Magetan 2024-2026 juga menyoroti integrasi infrastruktur ini dalam agenda ekonomi lokal.

Dukung Kami

Kaos dukungan ini didesain dengan gaya kasual dan pesan yang kuat tentang semangat kebebasan demokrasi serta perjuangan.

Kaos Data-Fakta

Sepi Tanpa Sosialiasi

Namun, kritik muncul dari pelaku UMKM. Dalam wawancara eksklusif dengan salah satu pelaku usaha snack di Magetan, yang tidak ingin disebutkan namanya, ia menyampaikan kekecewaannya terhadap pengelolaan fasilitas ini. “Pembangunan yang memakan dana besar itu tidak dimanfaatkan secara maksimal, bahkan tidak banyak pelaku UKM yang tahu kalau di situ ada tempat promosi. Awal dulu pengagas kegiatan tersebut Dinkop, tapi seiring berjalannya waktu pengelolaan diambil alih oleh Disperindag dan sampai sekarang kayak mati suri,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah hal ini menandakan kurang harmonisnya antara Dinas Koperasi UMKM dan Disperindag, ia menjawab tegas, “Iya.” Ia juga menyoroti minimnya sosialisasi untuk Rumah Kemasan: “Yang rumah kemasan apakah ada sosialisasi cara gunakan fasilitas dan lain-lain? Kayaknya yang tahu hanya orang-orang tertentu.”

Pelaku usaha ini menyarankan solusi: “Sebenarnya lebih baik pihak-pihak terkait diajak duduk bersama-sama bupati juga daripada nanti berlarut-larut. Sayang fasilitas bagus dengan anggaran sebesar itu tidak berfungsi dengan baik.”

Beberapa tahun terakhir, rumah promosi disebut sepi peminat, sehingga memerlukan uji kelayakan ulang. Strategi pengembangan UMKM di Magetan, menurut tesis dari Universitas Brawijaya, masih perlu optimalisasi peran pemerintah untuk mengatasi masalah seperti akses modal dan pemasaran. Pelaku usaha berharap agar fasilitas ini tidak hanya dibangun, tapi juga dikelola dengan baik agar manfaatnya dirasakan langsung, seperti peningkatan penjualan dan ekspansi pasar.

Magetan dikenal dengan potensi IKM-nya, seperti kerajinan kulit yang menjadi ikon daerah. Pada 2025, UMKM lokal bahkan mempromosikan produk di Anjungan Jawa Timur TMII, menunjukkan semangat berkembang. Namun, tanpa optimalisasi fasilitas pemerintah, pertumbuhan ini bisa terhambat.

Pemerintah Kabupaten Magetan diharapkan segera menyelesaikan proses administratif dan melibatkan lebih banyak pelaku usaha dalam pengelolaan. Dengan begitu, Rumah Kemasan dan Promosi bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal, membawa Magetan menuju kemandirian UMKM yang sejati. Agus

Regulasi
Artikel
Home
Dukung
Infografis